free counters

Monday, December 8, 2008

Negeriku Subur, Rakyat ku Makmur, Hutanku Gundul



Indonesia adalah negeri yang subur , telah terkenal di seluruh pelosok dunia. Apa yang tidak bisa tumbuh di tanah pertiwi tercinta ini? Tangkat kayu dan batu pun jadi tanaman. Nasi sebagai makanan pokok tidak hanya tumbuh di sawah, tapi juga tumbuh di huma diatas bukit.

Dari sabang sampai merauke berjajar pulau-pulau yang siap menampung >200 jt penduduk Indonesia. Tenaga kerja melimpah, lapangan kerja tidak cukup tersedia. Sebagai alternative, para pemuda melalang buana keliling dunia demi Sesuap Nasi dan Segenggam Berlian.
Para calon wakil rakyat berkampanye mengeluarkan dana puluhan juta untuk menarik hati para pemilih. Money Politik adalah terlarang tapi masih bisa disamarkan. Sehingga begitu terpilih, para wakil rakyat bukan sibuk memenuhi aspirasi masyarakat yang diwakilinya tapi sibuk mencari dana untuk mengembalikan modal kampanye.

Rakyat semakin terpuruk. Mata pencaharian kian minus. Lahan pertanian semakin sempit. Tanah subur berubah menjadi gedung pencakar langit. Petani kekurangan lahan. Akibatnya mereka mulai merambah hutan. Maka muncullah istilah Hutan Kemasyarakatan. Yang artinya, silahkan menebang hutan, asal jangan lupa melakukan penghijauan.

Karena pada dasarnya manusia pelupa dan attitudenya tergantung pada multidimensi, maka ketika menebang pohon dapat dilakukan dengan mudah, namun saat penanaman memakan waktu sangat lama. Akibatnya, hutan tropika yang lebat, dengan pohon mencapai diameter lebih besar dari lengan orang dewasa dengan tanaman yang mencapai ratusan dan puluhan tahun, mengalami masa transisi. Kebotakan hutan tak terkendali. Pemanasan global semakin menjadi. Hot spot merajalela, akhirnya ekspor asap ke Malaysia.

Hutan Gundul, Rakyat Makmur, pinjaman Bank Dunia pun mengalir dalam bentuk dana perbaikan “Climate Exchange”. Dana Pinjaman lho….jangan salah….harus dikembalikan!!!

PENGARUH PENDIDIKAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN PENGETAHUAN MURID

Example: what time is it? It is 12.00 pm o’clock.
Where ‘s got that?

Dari seorang murid yang bersekolah di SD N di Purajaya Sumberjaya. Kenapa hal itu bisa terjadi? Intinya karena sekolah yang termasuk sekolah berstandar nasional itu tidak memiliki guru bahasa Ingris dan terpaksa harus mencari siapa saja yang bersedia untuk mengajar bahasa ingris tak perduli apa dan bagaimana kualitas pendidikan teacher to be tsb.

Hasilnya : what time is it? It is 06.00 am o’clock!

Di situasi lain, seorang guru lulusan sebuah perguruan tinggi bonafide, mengajar fisika SMA, tidak mengetahui apa definisi dari hukum kelembaman dan penjabaran hukum relativitas einstein. Kenapa? Karena dia ternyata bukan lulusan dari bidang yang diajarkannya dan karena ternyata sekolah tersebut kekurangan guru fisika. Only God knows what will happen soon.
Saat ini begitu banyak lulusan sekolah menengah yang berhonor di sebuah sekolah baik negeri atau swasta, dari tingkat dasar hingga tingkat menengah, sambil nyambi kuliah di Universitas Terbuka.

Bagaimana sih tingkat kredibilitas Universitas Terbuka sebenarnya? Seperti apakah sistem pembelajarannya? Memang perlu dipertanyakan. Tetapi yang perlu dicari jawabannya adalah apa dampaknya pada perkembangan pengetahuan murid, jika mereka bukan diajar oleh guru yang bukan ahlinya.

Hasilnya : what time it is? It is time to sleep! Good night, sleep tight, sweet dream, love you!

Sunday, December 7, 2008

ATTITUDE MULTI DIMENSI

Percaya atau tidak, tetapi kelakuan seseorang itu bukan hanya tergantung pada genetik, tetapi juga pada lingkungan. Pernah mendengar bagaimana bunglon berubah kulit ? begitulah kelakuan mahkluk hidup terutama manusia. Kelakuannya berubah tergantung pada situasi dan lingkungan. Seorang pengemis menyesuaikan diri pada keadaannya dengan berbaju compang camping dan terlihat kumuh.

Demikian pula dewan rakyat yang terpilih untuk mewakili rakyat, berdasi dan berjas untuk menunjukan kredibilitasnya atau mempermak penampilannya meski entah dari mana dia berasal sebelum menjadi Yang Berhormat anggota dewan.

Kabinet reformasi pertama masih memberi kesan mendalam dalam ingatanku. Dimana seorang residivis, mantan preman menjadi anggota DPR. Bahkan ketua DPR nya tidak lulus SMP. Namun hanya karena dia seorang orator yang baik maka dia terpilih. Adilkah?

Adil. Karena dia telah berjuang untuk partainya, maka dia berhak mendapat penghargaan dari partai dengan mengangkatnya menjadi anggota dewan.

Manusia adalah makhluk yang paling pelupa. Saat kampanye berjanji muluk-muluk, tapi begitu terpilih langsung bersikap masa bodoh. Hal ini benar-benar mendukung dan merupakan bukti otentik dari sikap dan kelakuan manusia yang mudah berubah.

Must have Blog