free counters

Monday, December 8, 2008

AKU dan PONSEL KU,

Aku salah satu pecandu sms. Tiada hari tanpa menerima dan mengirim sms. Luar dan dalam negeri. Kenapa? Karena sms jauh lebih murah dari pada percakapan. Al hasil, jempolku menjadi kapalan. Tapi apalah artinya mempunyai kapal di jempol dibanding bisa naik kapal yang sesungguhnya yang tiketnya dibeli dari hasil menghemat penggunaan pulsa, ya itu tadi..memilih mengunakan sms daripada percakapan langsung.

Sebagai tukang kebun, maksudku…orang yang bekerja dikebun, aku tidak punya cukup uang untuk dihambur-hamburkan buat membeli pulsa. Dana yang kupatok untuk membuat ponselku berdering kurang lebih hanya Rp 50.000rb perbulan. Itupun tidak cukup. Terkadang baru tujuh hari berdering, ponsel ku harus sudah dipause, kenapa? Karena selalu berdering tetapi “CUMI”.
Terkadang aku berpikir, seandainya ada operator yang menerapkan paket Rp 50.000 untuk “Unlimited call” dalam negeri, pasti aku pelangan pertamanya. Mungkinkah?
Ponsel sekarang bukan hanya menjadi milik kalangan tertentu seperti delapan tahun yang lalu. Ponsel kini dimiliki dan digunakan oleh semua lapisan mayarakat dari berbagai umur. Asal bisa bicara, langsung punya Hp. Mempunyai Hp itu mudah, tapi membeli pulsa itu yang berat. Bahkan ada orang yang pengeluaran untuk membeli pulsa perbulannya lebih mahal dari harga Hp yang dimilikinya.

Jika dilihat lebih mendalam, sebenarnya teleppon seluler mempunyai dampak yang sangat besar dalam perekonomian masyarakat. Dampak negatif dan dampak positif.
Dampak negatifnya, harga isi ulang yang relatif mahal membuat para pemilik ponsel terutama dari kalangan kelas bawah harus mengencangkan ikat pinggang jika ingin mengisi ulang ponselnya. Bahkan ada yang nekat melakukan tindak kejahatan untuk mendapatkan dana untuk isi ulang. Karena masas sekarang, memiliki Hp bukan hanya merupakan kebutuhan, tapi gengsi. Maka itu dengan adanya promo dari Xl biara 1 menit bebas nelpon tujuh belas kali.

Sebenarnya turunnya tarif telekomunikasi terhadap akan berdampak positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Mereka akan lebih mudah berkomunikasi dengan sanak saudara dan kawan tanpa kenal tempat, tanpa menunggu lebaran atau event-event penting lainnya hanya untuk sekedar mengobrol dan bertanya kabar. Dan dampaknya terhadap perekonomian lebih dari sekedar dapat menyimpan uang tapi juga dapat mencegah timbulnya tindak kejahatan.

MENTRADISIKAN TARI SEMBAH SIGE PENGUTEN


Itu adalah hasil karya Ilmia mahasiswi Universitas Terbuka UPPJ bandar lampung Ibu Siti NA’imah, guru dari SDN 02 Purajaya, Sumber Jaya , Lampung Barat, dengan dosen pembimbing Dra. Siti Afifatun, Mpd.

Tari Sembah Siger Penguten sebagai cagar budaya dan ciri khas rakyat lampung memang harus di tradisikan dan bukan hanya di lestarikan. Ditradisikan berarti di kenalkan dimasyarakat, agar masyarakat tahu dan mengerti dan senang menonton karena anaknya/saudaranya/sepupunya dsb yang menjadi penari. Berawal dari mata lalu turun ke hati. Awalnya senang menonton, setelah itu ingin bisa.

Di SDN 02 Purajaya, pentradisian tari Sembah Siger Pengunten menjadi suatu tujuan utama dari Ibu Siti Na’imah sebagai guru tari yang pernah mengikuti penataran dibidang tari bahkan pernah mengikuti kursus tari Siger Pengunten yang diadakan oleh pemerintah daerah. Itulah wujud suatu tanggung jawab.
Sekarang ini banyak sekali para kader pilihan dalam bidang apa saja, yang mengikuti pelatihan, penataran, atau apapun dengan dana pemerintah tapi tidak mau membagi ilmunya. Lalu apa gunanya? Bukankah ilmu itu untuk diturunkan? Bukan dipendam atau di komersikan atau dibawa mati. Apalagi kalau cara ilmu tersebut diperoleh adalah dengan mengunakan uang dari rakyat. Itu adalah hutang.
Cara atau strategi yang digunakan oleh ibu Siti NA’imah dalam mentradisikan tari Siger Pengunten begitu efektif dan effisien. Secara garis besar beliau meangaplikasikan reaksi berantai dari teori pembuatan bom Atom. Jika dalam Matematika, beliau mengunakan rumus Kuadrat . Atau yang gampang dilihat adalah sistem pengrekrutan dalam bisnis Multi Level Marketing.

Begitu effisiennya strategi yang digunakan, sehingga Ibu Siti Nai’mah kini hanya perlu mengoreksi dan membenarkan gerakan tari, sebab SDN 02 Purajaya memiliki kader yang bertanggung jawab untuk melatih para calon penari. Kader dan Penari berasal dari siwa itu sendiri. Kader-kader tersebut berasal para penari yang telah mahir dan terlatih. Inilah yang disebut mentradisikan atau me-regenerasikan tari Sembah Siger Pengunten.

Dan setiap akhir tahun Ajaran, di SDN 02 Purajaya diadakan Lomba tari Sembah Siger Pengunten antar siswa, ada hadiah dan tropinya lho. Hal ini dimaksudkan untuk memotivasi dan memberi semangat agar para siswa giat berlatih tari Sembah Siger Pengunten.

Untuk memahami dan belajar lebih lanjut tentang strategi keberhasilan SDN 02 Purajaya dalam Mentradisikan tari Sembah Siger Pengunten, silahkan datang dan berhubungan langsung dengan Ibu Siti Na’imah atau Kepala SDN 02 Purajaya Bapak SOEYONO.

SELAMAT JALAN CALON HAJI….. DOA KU, MENYERTAIMU

“La baika Allahumma La baik, La baika La syariika laka La baik, Innaa hammda wa nikmata laka wa’n mulka, La syariikaa lakaa..”
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah,
Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, tidak ada sekutu bagi-Mu,
Aku datang memenuhi panggilan-Mu.
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu.Tidak ada sekutu bagi-Mu.”



Musim Haji tahun 2008, begitu banyak insan yang dipanggil oleh Allah untuk menjadi tamunya di rumah suci Allah. Beruntunglah mereka yang telah dipanggil, beruntung pula mereka yang akan dipanggil. Namun celakalah mereka yang telah dipanggil namun tidak datang memenuhi panggilannya.
Bagaimana caranya kita mengetahui bahwa kita telah dipanggil Allah?
Dari harta yang kita miliki. Jika harta kekayaan kita telah cukup untuk membayar ongkos haji, dan cukup untuk memberi nafkah kepada mereka yang kita tinggalkan, maka berarti kita telah dipanggil. Jangan lagi ditunda. Berangkatlah menjadi tamu Allah. Karena sesungguhnya anda adalah orang yang diberkati.

Berapa banyak orang yang begitu ingin dipanggil namun tak juga terpanggil. Rindu ingin menjadi tamu Allah di tanah haram dan disaat dimana barang yang halal diharamkan. Mengelilingi rumah Allah sambil memohon berkah, hidayah dan rahmat.
Selamat Jalan, Saudara ku.
Semoga Allah melindungi kalian, dan semoga menjadi haji mabrur.
Amin .

Must have Blog