Saturday, November 1, 2008

PROSESE MENJADI TKI LEGAL

Kenapa menjadi TKI Ilegal lebih diminati?

Jawabannya adalah sederhana dan mudah. Agar tidak perlu sibuk berurusan dengan birokrasi pemerintah dan berkelit dari jeratan benang ruwet hasil karya PJTKI. Really! Menjadi TKI legal lebih susah dari menjadi TKI Ilegal. Bukannya ingin memprovokatori. tapi coba bayangkan.... menjadi TKI ilegal anda hanya perlu bertumpuh pada keberuntungan, paspor dan niat bulat. Tapi menjadi TKI Legal anda harus membuat pasport khusus TKI yang syaratnya : 1. KTP asli
2. Kartu Keluarga Asli
3. Ijasah Asli
4. Surat rec dari DISNAKER
5. Surat Keterangan dari PJTKI

Pertanyaannya adalah kenapa harus mendapat surat dari PJTKI? Padahalkan sudah menjadi rahasia umum kalau mereka itu adalah Lintah Darat Modern?(Sorry, No Offence!!) Mengisap dan memeras darah dan keringat para pencari kerja atas nama....LEGALITAS dengan dukungan dari pemerintah. Trus masuk akalkah kalau pemerintah menyodorkan para pencari kerja yang mempunyai semangat 45 ini kemulut berbisa para agen PJTKI yang manipulatif dan kontruktif?

MAu contoh Kongkritnya? Dalam pembuatan paspor. Biaya pembuatan Paspor untuk TKI adalah +/- 100 rb rupiah. Tapi jika melalui PJTKI ex: PJP Lumajang maka biaya pembuatan akan meningkat menjadi Rp. 850rb, sementara di KHO jember mereka meminta Rp 600 rb. Tapi mungkin memang ada alasan tersendiri. Semua memang patut dipertanyakan. tapi mungkinkah akan ada jawabannya?

Menara Kolektif


Kenapa menara pemancar alias tower atau apapun istilahnya selalu di bangun secara sendiri-sendiri oleh para operator telepon selluler? Jawabannya adalah karena mereka adalah orang-orang egois yang nggak bisa bekerja sama (no offence). Atau mumgkin karena mereka binggung bagaimana caranya harus membagi biaya atau membagi hasil ? nonsense ya? atau mungkin yang lebih logis, adalah takut kalau sinyal yang dipancarkan bercampur aduk? what ever...

Logikanya kan kalau tower satu di pakai oleh beberapa operator, biaya produksi yang dikeluarkan kan kurang sehingga bisa menurunkan harga pemakaian yang membuat para pengguna telepon selluler senang. Apalagi yang para user inginkan dari operator ponsel favorit mereka selain mendapat servis yang memuaskan, sinyal yang kuat dan tak pernah putus, serta harga yang murah, apalagi kalau masa aktifnya panjang....wuah.....dijamin..pelanggan nya pasti buuuuanyak...bener..

Padahal lho dari kabar burung yang kudapat, membangun sebuah menara selluler itu membutuhkan dana kurang lebih 100jt. Bayangkan coba jika dana 100 jt itu digunakan untuk membangun menara kolektif, pasti sisanya banyak. Kalau yang kongsi 5 operator, dah dapat dana kelebihan 400 jt.....wuiiiiiiiiiiiiiiiih
maksudku...bisa mengurangi harga pulsa isi ulang dan menambah masa aktif... maunya....aku.

Tapi ya....hanya tuhan yang tahu.... kenapa mereka lebih suka membangun menara sendiri-sendiri. Atau mungkin untuk memudahkan orang menyebutnya, seperti didesaku ada menara XL, menara Telkomsel, menara Indosat...dsb dsb dsb.

TRus ada lagi gosip mengerikan yang sempat beredar di kalangan masyarakat. Katanya sinyal yang dipancarkan dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dari mahluk hidup yang hidup di sekitar nya pada radius 500 m. Karena sinyal yang dipancarkan bersifat karsinogenik....
tapi itu gosip...lho..... gosip kan artinya..di gosok makin sip.....apalagi kalau gosoknya pakai duit.....

Tapi ya...semoga ada tindak lanjut dari operator dan penjelasan yang sejelas-jelasnya mengapa kok mereka tidak suka membangun menara kolektif.
Kalau terlalu banyak menara di bumi ini...pasti kalau dilihat dari bulan...jadi nggak indah lagi..apalagi kalau ada UFO yang mau mendarat darurat...pasti susah... kasihankan...UFO nya.... apalagi kalau pesawatnya pecah ban.. wah..wah...
C U soon di menara XL Kebon Tebu...

Must have Blog