Sunday, January 11, 2009

LPG atau Minyak tanah?

MINYAK TANAH!

Aku tinggal didesa. Terpencil di tengah hutan belantara. Di mana ranting dan dahan kering mudah di gapai. Kenapa harus berpindah ke kompor gas dan LPG? Tau tuh... pemerintah sudah mulai ling lung kali... kebayakan mikir! (No Offence).

Padahal... Indonesia dalam berita yang menyiarkan tentang kebakaran dan korban jiwa akibat dari meledaknya tabung gas LPG 3 kg tidak pernah henti menghiasi media elektronik dan newspaper. Apalagi kalau alasan pemindahan subsidi adalah untuk mengurangi Polusi, global warming...

Seminggu Sekali aku mengantri untuk membeli Minyak tanah yang jumlah kuotanya semakin menipis dan harganya menjadi selangit.

Untuk 1 liter minyak tanah aku harus membayar Rp 3500. Dan pedagang favoritku diatas yang begitu lugu dan jujur dengan takaran yang selalu pas karena mengikut hukum syariah, membatasi pemebelian dengan hanya 5 liter untuk tiap pelangannya. 5 liter untuk 1 minggu? Coba bayangkan!!

Kelangkahan Minyak tanah telah menjadi bencana dan berkah. Bencana bagi rakyat kecil yang harus merogoh koceknya. Karena di beberapa tempat di pelosok, harga minyak tanah bisa mencapai Rp5000/lt. Berkah bagi Pedangang eceran yang curang yang menaikkan harga tapi masih juga mengurangi takaran... (Bertobat lah! neraka menantimu!)

Kuharap dengan segala Hormat..pada pemerintah! Pelayan Setia RAKYAT!

Tingkatkan Pasokan Minyak Tanahmu!
Tambahkan Subsidimu!
Lancarkan Layananmu!

1 comments:

Scout of Lampung said...

halo lampung barat....

Must have Blog