Tuesday, December 23, 2008

GLOBAL WARMING

Is the world warming up? The answer is Yes.

Pada tahun 2007, IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) melaporkan bahwa suhu bumi meningkat 0,75oC dibandingkan tahun 1850. Meski peningkatannya suhunya hanya sedikit, namun efek sampingnya pada iklim sangat besar. Berdasarkan penelitian, pada zaman Es, suhu bumi hanya 5o lebih dingin dari suhu saat ini.
Pemanasan global ini terjadi akibat dari peningkatan gas rumah kaca dan efek rumah kaca hasil dari aktivitas manusia dan makhluk hidup. Gas rumah kaca yang utama adalah CO2, Methana, Nitrogen Oksida, CFC dan uap air.

Pergantian reguler orbit dan axis bumi berpengaruh pada distribusi cahaya matahari. Jumlah energi matahari yang sampai ke bumi tidak sama setiap saatnya. Tergantung pada intensitas cahayanya. Panas matahri yang terik menyebabkan tingginya evaporasi yang berpengaruh pada pembentukan uap air diudara yang berkumpul membentuk awan. Awan yang sedikit, membuat suhu bumi rendah, tapi awan yang banyak akan meningkatkan suhu permukaan bumi.

Menurut IPPC, pada tahun 2100, temperatur rata-rata bumi akan meningkat hingga 5,8oC. Namun peningkatan itu bisa dikendalikan jika kita mampu mengurangi emisi gas CO2 dan gas-gas rumah kaca lainnya dan mengontrol aktivitas keseharian dengan mengunakan piranti atau alat-alat yang ramah lingkungan. Selain itu penanaman pohon akan mengurangi jumlah CO2 yang terkandung diudara karena seperti yang telah kita ketahui, pohon atau tumbuhan berfotosintesis dengan bantuan CO2 dan cahaya matahari dan menghasilkan O2 yang sangat diperlukan oleh makhul hidup untuk bernafas.
Bisa dikatakan, cara tradisional untuk mengurangi kadar CO2 di atmosfer adalah dengan melakukan penghijauan. Penanaman pohon dan Reboisasi.
***

0 comments:

Must have Blog